Stephanus menilai fluktuasi jumlah wisatawan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca hingga pola perjalanan wisatawan internasional.

“Kunjungan wisatawan bergerak dinamis. Awal tahun dipengaruhi cuaca yang kurang bersahabat sehingga aktivitas pelayaran sempat dibatasi. Memasuki pertengahan tahun, jumlah wisatawan kembali meningkat cukup tajam,” katanya.

Di sisi lain, faktor cuaca masih menjadi tantangan utama bagi pelayaran wisata di Labuan Bajo.

Sepanjang semester pertama 2026, KSOP telah melakukan delapan kali buka-tutup pelayanan SPB melalui penerbitan Maklumat Pelayaran sejak Januari hingga 4 Februari 2026.

Setelah periode tersebut, pembatasan pelayaran tetap diberlakukan secara situasional ketika terjadi cuaca buruk.

Stephanus menegaskan kebijakan tersebut merupakan langkah preventif untuk melindungi keselamatan wisatawan maupun awak kapal.

“Keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama. Setiap keputusan pembatasan atau penutupan pelayaran dilakukan berdasarkan kondisi cuaca dan rekomendasi yang berlaku agar seluruh aktivitas wisata berlangsung dengan aman,” pungkasnya.**