LABUANBAJOVOICE.COM – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mengungkapkan jumlah wisatawan yang berangkat menuju kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) melalui Pelabuhan Labuan Bajo selama Januari hingga Juni 2026 mencapai 232.354 orang.
Dari jumlah tersebut, wisatawan mancanegara masih mendominasi kunjungan dengan 165.424 orang, sedangkan wisatawan nusantara tercatat 66.930 orang.
Data tersebut disampaikan Stephanus kepada awak media di Labuan Bajo, Selasa, 7 Juli 2026.
“Selama Januari sampai Juni 2026, jumlah wisatawan yang berangkat menuju Taman Nasional Komodo melalui Pelabuhan Labuan Bajo mencapai 232.354 orang. Dari total tersebut, penumpang asing sebanyak 165.424 orang, sedangkan penumpang lokal atau nusantara sebanyak 66.930 orang,” kata Stephanus.
Ia menjelaskan, wisatawan mancanegara yang datang ke TNK masih didominasi oleh pengunjung asal China dan Malaysia.
Kedua negara tersebut, kata dia, menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan asing melalui Pelabuhan Labuan Bajo selama semester pertama 2026.
Menurut Stephanus, tingginya kunjungan wisatawan asing menunjukkan bahwa Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo tetap menjadi destinasi favorit wisata dunia meski sektor pariwisata masih menghadapi tantangan cuaca ekstrem pada awal tahun.
“China dan Malaysia masih menjadi negara asal wisatawan yang paling dominan berkunjung ke Taman Nasional Komodo melalui Pelabuhan Labuan Bajo. Ini menunjukkan minat wisatawan internasional terhadap destinasi ini tetap tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan data KSOP Labuan Bajo, jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan signifikan hingga pertengahan tahun.
Bulan Januari menjadi periode dengan kunjungan paling rendah, yakni hanya 2.791 wisatawan. Sebaliknya, Juni 2026 menjadi bulan dengan kunjungan tertinggi mencapai 67.898 wisatawan, seiring memasuki musim liburan.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah kunjungan melalui Pelabuhan Labuan Bajo masih berada di bawah capaian tahun 2025 yang mencapai 543.956 wisatawan.
Stephanus menilai fluktuasi jumlah wisatawan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca hingga pola perjalanan wisatawan internasional.
“Kunjungan wisatawan bergerak dinamis. Awal tahun dipengaruhi cuaca yang kurang bersahabat sehingga aktivitas pelayaran sempat dibatasi. Memasuki pertengahan tahun, jumlah wisatawan kembali meningkat cukup tajam,” katanya.
Di sisi lain, faktor cuaca masih menjadi tantangan utama bagi pelayaran wisata di Labuan Bajo.
Sepanjang semester pertama 2026, KSOP telah melakukan delapan kali buka-tutup pelayanan SPB melalui penerbitan Maklumat Pelayaran sejak Januari hingga 4 Februari 2026.
Setelah periode tersebut, pembatasan pelayaran tetap diberlakukan secara situasional ketika terjadi cuaca buruk.
Stephanus menegaskan kebijakan tersebut merupakan langkah preventif untuk melindungi keselamatan wisatawan maupun awak kapal.
“Keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama. Setiap keputusan pembatasan atau penutupan pelayaran dilakukan berdasarkan kondisi cuaca dan rekomendasi yang berlaku agar seluruh aktivitas wisata berlangsung dengan aman,” pungkasnya.**





Tinggalkan Balasan