Polisi menjelaskan modus yang digunakan antara lain membuat situs web atau tautan pendaftaran palsu, menyebarkan pamflet digital yang terlihat meyakinkan, hingga menawarkan hadiah dan medali untuk menarik minat calon peserta.

Masyarakat diminta selalu melakukan verifikasi sebelum melakukan pembayaran biaya pendaftaran.

“Kami meminta masyarakat dan juga para wisatawan, jangan terburu-buru mentransfer uang pendaftaran untuk acara apa pun yang belum jelas asal-usulnya. Selalu lakukan double check atau konfirmasi ulang ke instansi terkait di daerah, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) atau Dinas Pariwisata setempat, untuk memastikan apakah acara tersebut memang memiliki izin resmi dan terdaftar,” imbaunya.

Selain mengeluarkan imbauan, Unit Tipidter Satreskrim Polres Manggarai Barat juga telah melakukan profiling awal terhadap akun Instagram dan nomor telepon yang diduga digunakan pelaku.

Langkah tersebut menjadi bagian dari proses awal penyelidikan apabila nantinya terdapat laporan resmi dari masyarakat yang menjadi korban.