LABUANBAJOVOICE.COM — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Akunitas Manggarai Barat. Pater Marsel Agot, SVD, seorang tokoh pemberdayaan masyarakat dan pendamping pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), wafat pada 2026 dalam usia 76 tahun.

Kepergian Pater Marsel tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan komunitas internal, tetapi juga bagi masyarakat luas di Manggarai Barat yang selama ini merasakan langsung kiprah dan pelayanannya.

Sosoknya dikenal sederhana, bersahaja, dan memiliki komitmen kuat dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Sebagai pendiri sekaligus penasehat Akunitas Manggarai Barat, almarhum berperan besar dalam membangun komunitas tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM.

Di bawah bimbingannya, Akunitas berkembang bukan sekadar sebagai wadah usaha, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran, solidaritas sosial, dan penguatan nilai kemanusiaan.

Ketua Akunitas Manggarai Barat, Adrianus Taur, mengenang almarhum sebagai figur sentral yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan komunitas tersebut.

“Pater Marsel adalah sosok bapak, guru, dan penggerak. Kami kehilangan figur yang menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi kami semua. Namun, semangat dan nilai-nilai yang beliau tanamkan akan terus kami lanjutkan,” ujar Adrianus dalam keterangannya kepada media di Labuan Bajo, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Adrianus, warisan pemikiran dan karya Pater Marsel telah membentuk fondasi kuat bagi gerakan pemberdayaan ekonomi lokal di Manggarai Barat.

Ia menilai, pendekatan yang dilakukan almarhum tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga membangun mentalitas kemandirian dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Akunitas Manggarai Barat, lanjut dia, berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir. Seluruh anggota komunitas diajak untuk terus menjaga semangat solidaritas dan memperkuat dukungan terhadap UMKM lokal.

“Kami mengajak seluruh anggota dan masyarakat untuk mengenang jasa beliau dengan melanjutkan karya nyata, mendukung UMKM lokal, dan menjaga semangat kebersamaan yang telah beliau bangun,” tambahnya.

Kepergian Pater Marsel Agot menjadi kehilangan besar, terutama di tengah upaya daerah dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas.

Di masa depan, nilai-nilai yang diwariskannya dinilai akan tetap relevan dalam menghadapi tantangan ekonomi lokal yang semakin kompleks.

Selamat jalan, Pater Marsel Agot, SVD. Pengabdianmu akan terus hidup dalam jejak langkah dan karya masyarakat Manggarai Barat.**