“Pater Marsel adalah sosok bapak, guru, dan penggerak. Kami kehilangan figur yang menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi kami semua. Namun, semangat dan nilai-nilai yang beliau tanamkan akan terus kami lanjutkan,” ujar Adrianus dalam keterangannya kepada media di Labuan Bajo, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Adrianus, warisan pemikiran dan karya Pater Marsel telah membentuk fondasi kuat bagi gerakan pemberdayaan ekonomi lokal di Manggarai Barat.

Ia menilai, pendekatan yang dilakukan almarhum tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga membangun mentalitas kemandirian dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Akunitas Manggarai Barat, lanjut dia, berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir. Seluruh anggota komunitas diajak untuk terus menjaga semangat solidaritas dan memperkuat dukungan terhadap UMKM lokal.

“Kami mengajak seluruh anggota dan masyarakat untuk mengenang jasa beliau dengan melanjutkan karya nyata, mendukung UMKM lokal, dan menjaga semangat kebersamaan yang telah beliau bangun,” tambahnya.