LABUANBAJOVOICE.COM — Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, melakukan kunjungan strategis ke pusat organisasi Tani Merdeka Indonesia serta ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada Kamis, 16 April 2026.
Kunjungan tersebut tidak sekadar bersifat silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi program pertanian yang akan didorong ke pemerintah pusat.
Dalam agenda itu, Weng—yang juga menjabat Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Manggarai Barat—bertemu langsung Ketua Umum TMI, Don Muzakir.
Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Nandang Sudrajat, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal TMI.
Dalam keterangannya kepada media di Labuan Bajo, Senin (20/4/2026), Weng menjelaskan bahwa fokus utama pembahasan adalah mendorong sejumlah program prioritas sektor pertanian di Manggarai Barat.
“Silaturahmi dengan beliau (Don Muzkair). Membahas beberapa program yang akan didorong TMI ke Kementan, diantaranya cetak sawah baru, alsintan, jaringan irigisasi tersier, dan beberapa hal lainnya,” ujar Wabup Weng.
Menurut dia, pertemuan dengan Ketua Umum TMI lebih banyak membahas kerangka besar program yang bisa diadvokasi organisasi ke pemerintah pusat.
Sementara diskusi dengan Tenaga Ahli Menteri Pertanian, kata Weng, lebih difokuskan pada percepatan realisasi program cetak sawah baru sebagai langkah strategis meningkatkan produksi pangan daerah.
Program yang diusulkan meliputi pengembangan lahan sawah baru, pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan jaringan irigasi tersier, hingga infrastruktur pendukung seperti dam parit.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Dorongan terhadap program cetak sawah baru menjadi krusial di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Selain itu, dukungan alsintan dan irigasi diyakini mampu meningkatkan produktivitas petani sekaligus efisiensi biaya produksi.
Jika terealisasi, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi petani, dan pemerintah pusat ini berpotensi mempercepat transformasi sektor pertanian Manggarai Barat menjadi lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.**






Tinggalkan Balasan