Program ini menjadi instrumen pemantauan yang melibatkan puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan Dinas Kesehatan secara berkala.

Theresia menilai sistem tersebut cukup efektif untuk mengidentifikasi dan mencegah berbagai risiko yang dialami ibu hamil sejak dini.

“SIMABARESTI dimonitor dan dievaluasi setiap minggu bersama tim puskesmas, RSUD, dan Dinas Kesehatan. Sistem ini efektif untuk memantau aktivitas yang sudah dilakukan puskesmas maupun RSUD, termasuk menemukan kasus-kasus berisiko dan melakukan sesi berbagi untuk mencegah terjadinya risiko,” ujarnya.

Ke depan, Dinas Kesehatan berencana melibatkan dokter spesialis agar proses pengawasan dan penanganan ibu hamil berisiko tinggi semakin optimal.

“Kami juga akan melibatkan dokter spesialis ke depannya. Diharapkan raport akhir kematian ibu dan bayi bisa dicegah,” kata Theresia.

Meski berbagai program terus dijalankan, Dinas Kesehatan mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, baik yang bersifat teknis maupun nonteknis.