Pasar pariwisata global sedang bergeliat ke arah keberlanjutan. Kini, banyak wisatawan yang cenderung mencari destinasi yang mampu mendemonstrasikan komitmen tanggung jawab lingkungan secara nyata.
Destinasi premium yang tercemar sampah dan laut yang terkontaminasi merupakan sebuah kontradiksi. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah makanan di Labuan Bajo berisiko merusak citra yang ingin dibangun pemerintah, sekaligus mengurangi kemampuan kawasan ini untuk memperoleh manfaat ekonomi dan reputasi jangka panjang dari pembangunan pariwisata.**
Penulis: Eva Bachtiar | Konsultan WRI Indonesia untuk Urban Futures, Founder & CEO Garda Pangan





Tinggalkan Balasan