Padahal, praktik ini akan mempercepat eutrofikasi, yaitu kondisi ketika kelebihan nutrien memicu pertumbuhan organisme secara berlebihan yang dapat mengurangi kadar oksigen di perairan dan mengganggu kestabilan ekosistem terumbu karang. Mengingat daya tarik utama Labuan Bajo sangat bergantung pada keanekaragaman hayati lautnya, tren ini secara langsung berpotensi mengancam prospek ekonomi jangka panjang.
Temuan lain menunjukkan bahwa sekitar 2,6% sampah makanan dibakar dan 0,4% sisanya menjadi sampah yang berserakan di halaman rumah maupun lingkungan sekitar.
Penelitian ini juga menemukan bahwa sekitar seperempat dari seluruh sampah makanan di Labuan Bajo masih layak konsumsi atau berpotensi diselamatkan.
Tingginya proporsi makanan yang masih dapat dikonsumsi di hotel, kafe, dan kapal phinisi terutama disebabkan oleh sistem makan prasmanan serta standar keamanan pangan yang ketat yang umum diterapkan dalam bisnis makanan premium.
Makanan yang sebenarnya masih aman untuk dikonsumsi sering kali dibuang karena kebijakan internal terkait batas waktu penyajian.
Meskipun sekitar 24% sisa dan sampah makanan berpotensi diselamatkan, baru 1% yang saat ini diredistribusi melalui donasi pangan.





Tinggalkan Balasan