LABUANBAJOVOICE.COM – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Partai Perindo, Hasanudin, menggelar reses di Wae Mata, Desa Gorontalo, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kamis malam (2/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari masa reses DPRD Masa Sidang II Tahun 2025–2026 yang berlangsung sejak 30 Maret hingga 4 April 2026.
Reses yang dihadiri ratusan warga itu diawali dengan penyambutan adat oleh tokoh masyarakat setempat.
Antusiasme warga terlihat tinggi, menandakan besarnya harapan masyarakat terhadap wakil rakyat di tengah berbagai keterbatasan pembangunan.
Hasanudin, yang juga menjabat Plt. Ketua DPD Perindo Manggarai Barat, sebelumnya telah menyambangi dua titik lain, yakni Kampung Mbuhung dan Kampung Translok.
Ia menegaskan, reses merupakan amanat konstitusi untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Kegiatan reses ini adalah tanggung jawab moral dan amanat undang-undang. Saya hadir untuk mendengar langsung keluh kesah, harapan, dan kebutuhan bapak ibu semua sebagai dasar kami memperjuangkannya di DPRD,” ujar Hasanudin di hadapan warga.
Pada kesempatan itu, Hasanudin mengungkapkan kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Hal ini, kata dia, berdampak signifikan pada kemampuan daerah dalam menjalankan program pembangunan, khususnya infrastruktur.
“Saat ini kondisi keuangan daerah sangat terbatas. Banyak program fisik tertunda karena anggaran berkurang drastis, bahkan dana transfer pusat turun, kalau tidak salah dari sekitar Rp1,3 triliun menjadi sekitar Rp800-an miliar,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar anggaran daerah kini terserap untuk belanja pegawai, sehingga ruang fiskal untuk pembangunan menjadi sangat sempit.
“APBD kita saat ini lebih banyak untuk belanja wajib seperti gaji pegawai. Sementara kebutuhan masyarakat di desa masih sangat banyak,” katanya.
Selain itu, kebijakan nasional seperti program prioritas pemerintah turut mempengaruhi distribusi anggaran hingga ke daerah.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, Hasanudin mendorong masyarakat untuk mengembangkan ekonomi produktif berbasis potensi lokal.
Ia menilai sektor UMKM, pertanian, dan peternakan memiliki peluang besar untuk mendukung kebutuhan daerah sekaligus program nasional.
“Kita harus mulai mengembangkan ekonomi produktif seperti sayur, buah, hingga peternakan ayam petelur. Ini penting agar kebutuhan pangan tidak terus didatangkan dari luar daerah,” ujarnya.
Ia juga membuka ruang kolaborasi dengan kelompok masyarakat, terutama pemuda, untuk mendorong kegiatan produktif yang bisa didukung secara bertahap.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk kebutuhan pembangunan fasilitas umum dan persoalan keselamatan di sekitar jalan utama menuju tempat ibadah.
Menanggapi hal tersebut, Hasanudin berjanji akan menindaklanjuti aspirasi dengan berkoordinasi langsung bersama pemerintah daerah.
“Saya akan agendakan pertemuan dengan bupati dan dinas terkait. Kita akan perjuangkan bersama agar ada solusi konkret untuk kebutuhan masyarakat di sini,” tegasnya.
Ia menyoroti pentingnya keselamatan warga, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia yang harus melintasi jalan utama tanpa fasilitas penunjang yang memadai.
Sebagai bentuk dukungan langsung, Hasanudin memberikan bantuan sebesar Rp5 juta kepada kelompok pemuda setempat untuk pengadaan kursi dan tenda kegiatan.
“Saya pribadi mendukung kegiatan pemuda. Ini bentuk kebersamaan kita agar aktivitas sosial di kampung tetap berjalan,” katanya.
Ia berharap generasi muda dapat menjadi motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi di tingkat kampung.
Menutup kegiatan reses, Hasanudin mengajak masyarakat untuk tetap menjaga komunikasi dan tidak ragu menyampaikan aspirasi, baik dalam forum resmi maupun secara langsung.
“Mungkin saat ini kita masih terbatas, tetapi saya yakin ke depan kondisi akan membaik. Yang penting kita terus berjuang bersama,” pungkasnya.**






Tinggalkan Balasan