Meski demikian, kata Virtus, pemerintah tetap menempatkan program elektrifikasi desa sebagai salah satu prioritas pembangunan dasar masyarakat.
“Pemerintah melalui Kementerian ESDM menargetkan Rasio Desa Berlistrik di Manggarai Barat mencapai 100 persen pada tahun 2029,” ujarnya.
Hingga akhir Juni 2026, masih terdapat sembilan desa di Manggarai Barat yang belum menikmati aliran listrik PLN. Namun, sebagian di antaranya telah memasuki tahap pembangunan dan penyambungan jaringan.
Satu desa di Kecamatan Lembor Selatan, yakni Repi, serta Kampung Jimbor di Kecamatan Macang Pacar, saat ini sedang dalam proses penyambungan listrik.
Sementara Desa Bari di Kecamatan Macang Pacar masih dalam tahap pembangunan jaringan kelistrikan. Kemudian di Watu Manggar sudah tersambung bulan Juni dan akan menyala tahun ini.
PLN juga menyiapkan solusi alternatif melalui program listrik tenaga surya untuk wilayah-wilayah yang secara geografis sulit dijangkau jaringan konvensional.
Virtus menambahkan, koordinasi antara pemerintah daerah dan PLN berjalan baik untuk mempercepat akses infrastruktur menuju desa-desa yang belum berlistrik.





Tinggalkan Balasan