Kanisius juga mendorong pembangunan sistem integrated maritime tourism governance atau tata kelola wisata bahari berbasis data.
Sistem tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan data kapal wisata, perizinan, kepatuhan pajak daerah, retribusi, keselamatan pelayaran, hingga perlindungan lingkungan.
“Dengan sistem berbasis data, setiap lembaga tetap menjalankan kewenangannya masing-masing, tetapi seluruh kebijakan disusun berdasarkan data yang sama sehingga menghindari tumpang tindih, memperkuat pengawasan, meningkatkan pelayanan, serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pelaku usaha,” ujarnya.
Ia menegaskan, tujuan utama dari sinergi tersebut bukan hanya meningkatkan PAD, melainkan membangun tata kelola wisata bahari yang adil, menjaga kelestarian lingkungan, menciptakan iklim usaha yang sehat, dan menghadirkan manfaat ekonomi sebesar-besarnya bagi masyarakat Manggarai Barat.**





Tinggalkan Balasan