Data pemerintah menunjukkan, Warloka Pesisir memiliki 351 kepala keluarga dengan 263 nelayan aktif yang mengoperasikan 178 kapal penangkap ikan. Komoditas utama yang dihasilkan meliputi ikan tongkol, tembang, dan layang.

Melalui pembangunan ekosistem perikanan modern, pemerintah memproyeksikan produksi ikan meningkat dari sekitar 1.038 ton menjadi 1.194 ton per tahun.

Pendapatan rata-rata nelayan juga diperkirakan meningkat dari Rp2,2 juta menjadi Rp3,5 juta per bulan.

Sementara itu, pengelolaan kawasan melalui Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan mampu menghasilkan omzet sekitar Rp6,97 miliar per tahun dengan potensi laba bersih mencapai Rp677 juta.

Unit usaha yang dikembangkan meliputi cold storage, pabrik es, docking kapal, pasar ikan, kios kuliner, hingga berbagai layanan pendukung ekonomi pesisir lainnya.

Sebagai bagian dari pengembangan kawasan, pemerintah membangun sedikitnya 29 fasilitas pendukung, antara lain gudang beku, pabrik es, kendaraan berpendingin, cool box, tambatan perahu, bengkel nelayan, pasar ikan, balai nelayan, kios usaha, jalan lingkungan, penerangan kawasan, instalasi pengolahan limbah, hingga berbagai fasilitas umum lainnya.