“Kampung Nelayan Modern Warloka bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah pusat ekosistem ekonomi nelayan. Kita ingin memastikan hasil tangkapan memiliki nilai tambah melalui dukungan cold storage, sistem rantai dingin (cold chain), dan distribusi yang efisien sehingga kesejahteraan nelayan benar-benar meningkat,” ujar Zulhas.

Menurutnya, persoalan utama nelayan selama ini bukan terletak pada kemampuan menangkap ikan, melainkan lemahnya posisi tawar akibat keterbatasan fasilitas pascapanen.

Karena itu, kata dia, pemerintah membangun berbagai sarana pendukung seperti cold storage, pabrik es, SPBU nelayan, tambatan perahu, bengkel kapal, hingga tempat pendaratan ikan agar kualitas hasil tangkapan tetap terjaga dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Kalau fasilitasnya tersedia, nelayan tidak lagi dipaksa menjual ikan dengan harga murah. Posisi tawar meningkat, pendapatan naik, dan kesejahteraan masyarakat pesisir ikut terdorong,” kata Ketua Umum Partai PAN itu.

Menko Pangan menjelaskan, Kampung Nelayan Modern Warloka menjadi salah satu dari 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih yang dibangun pemerintah sepanjang 2026.