Program tersebut merupakan bagian dari target nasional membangun 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Seluruh fasilitas yang dibangun nantinya akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih yang beranggotakan para nelayan sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya mewujudkan swasembada pangan, baik komoditas karbohidrat maupun protein, sebagai langkah mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, pembudidaya ikan, dan nelayan.

Pemerintah menargetkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) meningkat dari sekitar 103 menjadi 120 pada 2027.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mengembangkan sistem ekonomi tertutup (closed-loop economy) berbasis koperasi yang akan menyerap hasil tangkapan nelayan sebelum didistribusikan ke berbagai sektor, termasuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengembangkan kawasan budidaya udang seluas 2.150 hektare di Waingapu dengan target produksi 52.800 ton sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir protein udang dunia.