LABUANBAJOVOICE.COM – Dukungan besar mengalir untuk Kompol Kosmas Kaju Gae usai namanya terseret dalam kasus meninggalnya Affan Kurniawan, tukang ojek yang tewas terlindas mobil rantis Brimob saat demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus 2025.

Hingga Jumat (5/9/2025), sebanyak 183.911 orang telah menandatangani petisi berjudul “PETISI PENOLAKAN PEMECATAN KOMPOL KOSMAS KAJU GAE” di situs change.org. Petisi itu dibuat pada 3 September 2025 oleh akun bernama Mercy Jasinta, mengatasnamakan Masyarakat Ngada – Flores – NTT dan para pendukung keadilan.

Dalam petisi yang ditujukan kepada Kapolri, Komisi Kode Etik dan Profesi (KKEP) Polri, DPR RI, serta masyarakat luas, para penandatangan menyatakan keberatan atas keputusan pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Kompol Kosmas.

“Kami adalah keluarga besar, masyarakat Ngada, Flores, serta rakyat kecil yang mencintai keadilan. Kami menolak keputusan pemecatan tidak dengan hormat terhadap Kompol Kosmas Kaju Gae,” bunyi petisi tersebut.

Petisi itu juga menuliskan, Kompol Kosmas merupakan putra asli Laja, Ngada, yang sejak muda mendedikasikan hidupnya untuk bangsa. Disebutkan bahwa Kosmas selama ini dikenal berani, bertanggung jawab, dan berada di garda terdepan saat demonstrasi besar, termasuk melindungi pejabat negara.

Masyarakat menilai sanksi pemecatan terlalu berat dan tidak sebanding dengan pengabdian panjang Kosmas di kepolisian.

“Masih ada bentuk sanksi lain yang lebih manusiawi, lebih proporsional, tanpa harus meruntuhkan karier dan nama baik seorang putra daerah yang sudah puluhan tahun mengabdi,” lanjut isi petisi.

Petisi itu juga menyebut, masyarakat Ngada tidak menutup mata terhadap insiden yang kini jadi sorotan publik, namun berharap adanya pertimbangan lebih adil.

Tiga Tuntutan Utama

Petisi yang terus mengumpulkan dukungan ini memuat tiga tuntutan utama kepada Kapolri dan KKEP:

  • Meninjau kembali keputusan pemecatan Kompol Kosmas Kaju Gae.
  • Memberikan sanksi yang adil dan seimbang, dengan ruang rehabilitasi nama baik.
  • Mendengar aspirasi masyarakat kecil dari Ngada, Flores, yang merasa sangat kehilangan.

“Kami percaya Tuhan Maha Adil dan suara rakyat patut didengar. Dari Ngada, dari Flores, doa dan tanda tangan kami menjadi saksi bahwa Kompol Kosmas tetaplah kebanggaan kami, tetaplah pahlawan kami,” tutup pernyataan dalam petisi tersebut.**