Menurut dia, penanaman mangrove tersebut menjadi bentuk kontribusi perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ketahanan kawasan pantai untuk jangka panjang. Selain berfungsi mengurangi abrasi, mangrove juga memiliki peran penting sebagai habitat alami berbagai biota laut.

Ratna menekankan, program yang dijalankan perusahaan tidak berhenti pada seremoni penanaman semata.

ITDC Nusantara Utilitas, kata dia, menyiapkan langkah lanjutan berupa pemantauan dan perawatan bibit secara berkala hingga tiga tahun ke depan.

“Berbeda dengan kegiatan penanaman yang bersifat seremonial, ITDC Nusantara Utilitas menerapkan pendekatan keberlanjutan melalui monitoring dan perawatan bibit hingga tiga tahun ke depan,” jelasnya.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove sehingga manfaat ekologisnya dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.

Kawasan Pudut di Desa Adat Tanjung Benoa sendiri menjadi salah satu wilayah pesisir yang menghadapi tantangan abrasi. Karena itu, penanaman mangrove dinilai penting untuk membantu pemulihan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan pantai secara bertahap.