Menurut dia, kehadiran layanan Jemput Bola tersebut mampu memangkas waktu masyarakat hingga 10 jam dibandingkan harus datang langsung ke Kantor Imigrasi Labuan Bajo.
“Untuk pelayanan paspor, cukup menyiapkan persyaratan tanpa mendaftar di aplikasi M-Paspor terlebih dahulu,” tuturnya.
Inovasi layanan ini dinilai memberi dampak signifikan bagi masyarakat di wilayah Flores bagian tengah.
Selain menghemat waktu perjalanan, warga juga dapat mengurangi biaya transportasi dan penginapan yang biasanya dibutuhkan saat mengurus paspor atau dokumen keimigrasian di Labuan Bajo.
Pelaksanaan layanan di MPP Bajawa juga menjadi bagian dari strategi peningkatan aksesibilitas pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan efisien.
Imigrasi Labuan Bajo berupaya memastikan masyarakat di wilayah kerja yang jauh dari kantor utama tetap memperoleh hak pelayanan yang setara.
Program “Jempolan Bajo” menjadi salah satu inovasi unggulan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo dalam memperluas jangkauan pelayanan.
Selain itu, Imigrasi Labuan Bajo juga menjalankan program Eazy Passport dan Eazy Stay Permit untuk mempercepat pelayanan keimigrasian berbasis jemput bola.






Tinggalkan Balasan