Tingginya okupansi hotel turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor transportasi, kuliner, akomodasi, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Selain itu, ajang balap internasional tersebut juga melibatkan 402 tenaga kerja lokal asal Nusa Tenggara Barat di berbagai sektor operasional, mulai dari marshal, race control, tenaga pendukung, hingga tim medis.
Partisipasi masyarakat lokal juga terlihat dalam opening ceremony yang melibatkan sekitar 250 warga dengan menampilkan unsur budaya daerah dan konsep sportainment khas Mandalika.
Sementara itu, sebanyak 17 pelaku UMKM turut membuka stan di area sirkuit untuk melayani kebutuhan pengunjung selama event berlangsung.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka mengatakan keberhasilan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 menjadi bukti bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus berkembang sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
“Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 bukan hanya menghadirkan ajang balap internasional, tapi juga memberikan multiplier effect bagi kawasan dan masyarakat sekitar. Mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, aktivitas UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja lokal,” ujar Troy, Jumat (8/5).






Tinggalkan Balasan