Lebih jauh, ia menegaskan bahwa ketahanan pangan yang kuat akan berdampak langsung pada keberlanjutan sektor pariwisata.
Ketahanan pangan yang tangguh juga, kata dia, akan mendukung sektor kepariwisataan dan menjadikan Labuan Bajo sebagai pasar pariwisata yang aktif, mandiri, dan berkembang secara sosial dan ekonomi.
Kick Off Floratama Academy 2026 yang diselenggarakan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menjadi momentum penting kolaborasi lintas sektor.
Program yang telah memasuki tahun keenam sejak diluncurkan pada 2021 ini difokuskan pada penguatan kapasitas pelaku usaha pangan lokal.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, sebelumnya juga menyoroti tingginya ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah sebagai tantangan utama.
“Ketersediaan bahan pangan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, masih menjadi tantangan, di mana ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah juga masih cukup tinggi,” ujar Andhy.
Ia menilai, keterhubungan antara produksi lokal dan kebutuhan industri pariwisata belum optimal, sehingga perlu intervensi program seperti Floratama Academy.






Tinggalkan Balasan