LABUANBAJOVOICE.COM — Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyoroti lemahnya pengelolaan data, khususnya di sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung daerah.
Ia menegaskan, pembenahan sistem pendataan harus menjadi prioritas utama dengan pendekatan digital dan terintegrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Bupati Endi bertindak sebagai inspektur upacara dalam Apel Kekuatan di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (30/03/2026), di hadapan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan jajaran pejabat daerah.
Dalam amanatnya, Endi menilai pendataan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, selama ini belum akurat dan belum memenuhi standar kebutuhan pengambilan kebijakan.
“Data wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, di tempat-tempat tujuan wisata, tidak semata-mata hanya mencatat jumlah. Harus lengkap, by name dan by address,” tegas Bupati Endi.
Ia menekankan, data yang lengkap dan valid akan berdampak langsung pada optimalisasi penerimaan daerah, terutama dari sektor retribusi pariwisata.
“Dengan data yang valid, maka tidak ada tawar-menawar lagi terkait retribusi atau kewajiban mereka. Saya mau mereka masuk di bawah laut, di dalam gua, atau di atas pohon, kalau itu menyangkut kewajiban, mutlak harus pakai digitalisasi. Tidak ada tawar-menawar lagi,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati Endi menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk melakukan perubahan menyeluruh terhadap budaya kerja, dari sistem konvensional menuju sistem berbasis data.
Menurutnya, kerja berbasis data bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mutlak dalam tata kelola pemerintahan modern.
“Kita harus bekerja berbasis data, ini tidak ada tawar-menawar lagi. Pelaporan harus rutin. Kalau kita tidak punya data, pasti bablas (terlambat/terlewat),” tegasnya.
Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi antar organisasi perangkat daerah sebagai salah satu penyebab utama tidak optimalnya pengelolaan data.
“Penyebabnya karena tidak ada koordinasi dan tidak ada pengelolaan. Jika koordinasi tidak berjalan, biar data ada, pasti tidak akan terinput,” tambahnya.
Langkah ini juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan destinasi unggulan seperti Labuan Bajo, di tengah meningkatnya arus kunjungan wisatawan.**






Tinggalkan Balasan