LABUANBAJOVOICE.COM — Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, melanjutkan rangkaian kunjungan budaya ke wilayah Flores dengan menyambangi Ikatan Keluarga Besar Manggarai di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Sabtu (19/4/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ikatan diaspora sekaligus menjaga keberlanjutan identitas budaya Manggarai di tanah rantau.

Sebelumnya, Endi menghadiri pengukuhan guru besar Otto Gusti Ndegong Madung di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, Maumere, sekaligus bertemu Keluarga Besar Manggarai Raya di Kabupaten Sikka dan menyerahkan bantuan alat kesenian tradisional.

Di Larantuka, Endi kembali menyerahkan bantuan serupa kepada komunitas Manggarai. Bantuan tersebut berupa gong, gendang, serta perlengkapan permainan Caci seperti larik (cambuk), nggiling (perisai), dan agang (penangkis).

Bantuan ini diharapkan menjadi sarana konkret dalam menjaga dan menghidupkan kembali tradisi Manggarai di tengah komunitas diaspora yang tersebar di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur.

Dalam keterangannya kepada media di Labuan Bajo, Senin (20/4/2026), Endi menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan daerah berbasis identitas.

“Keberadaan peralatan kesenian ini merupakan bentuk dukungan nyata dari Pemerintah Manggarai Barat untuk melestarikan kesenian daerah agar tetap lestari, hidup, dan berkembang di Kabupaten Flores Timur, dan NTT pada umumnya,” ujar Endi.

Ia juga mengingatkan pentingnya solidaritas diaspora Manggarai dalam mendukung pembangunan daerah asal.

“Masyarakat Manggarai Raya ada dimana – mana dan Jangan kemana kemana. Tetap solid dan bersinergi demi kemajuan pembangunan daerah,” kata Endi yang juga menjabat sebagai Ketua Partai NasDem Nusa Tenggara Timur.

Lebih jauh, Endi mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga warisan budaya sebagai identitas bersama lintas generasi.

“Mari bersama-sama menjaga warisan budaya kita untuk generasi mendatang!” tutupnya.

Langkah Bupati Endi ini dinilai sebagai strategi memperkuat diplomasi budaya di tingkat lokal dan regional. Dengan memperkuat komunitas diaspora, pemerintah daerah tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membangun jejaring sosial yang berpotensi mendukung pembangunan ekonomi dan pariwisata berbasis budaya.

Ke depan, keberadaan alat kesenian tradisional di komunitas Manggarai di luar daerah diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai kegiatan budaya, memperkuat identitas kolektif, serta menjadi daya tarik dalam promosi budaya Manggarai di tingkat regional hingga nasional.**