“Melalui booth yang kami hadirkan, BPOLBF ingin menunjukkan bahwa pengembangan Labuan Bajo Flores tidak hanya berfokus pada pembangunan destinasi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan,” sambungnya.

Ia menambahkan, BPOLBF terus berkomitmen mendukung transformasi pariwisata nasional melalui pembangunan destinasi yang berkualitas dan berdaya saing, sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat di Flores dan kawasan sekitarnya.

Partisipasi BPOLBF dalam Rakornas Pariwisata 2026 juga dinilai mempertegas posisi Labuan Bajo Flores sebagai salah satu destinasi prioritas nasional yang terus didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata berkelanjutan di Indonesia timur.**