Dalam Rakornas tersebut, BPOLBF tidak hanya hadir sebagai peserta koordinasi nasional, tetapi juga membuka booth pameran promosi investasi dan pengembangan kawasan pariwisata Labuan Bajo Flores.

Booth tersebut menampilkan sejumlah materi strategis, mulai dari masterplan kawasan Parapuar, peluang investasi pariwisata, dokumentasi dampak pemberdayaan masyarakat, produk UMKM lokal, tenun khas Flores, hingga video promosi destinasi wisata Labuan Bajo Flores.

Kehadiran booth BPOLBF menjadi salah satu daya tarik dalam forum tersebut karena menampilkan pendekatan pembangunan destinasi yang tidak hanya bertumpu pada infrastruktur pariwisata, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat lokal, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Plt Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan partisipasi BPOLBF dalam Rakornas Pariwisata 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi pengembangan Labuan Bajo Flores dengan arah kebijakan nasional.

“Rakornas Pariwisata 2026 menjadi ruang strategis bagi BPOLBF untuk memperkuat koordinasi, membangun kolaborasi, serta mempromosikan potensi Labuan Bajo Flores kepada para pemangku kepentingan pariwisata nasional,” kata Andy.