LABUANBAJOVOICE.COM — Aktivasi wisata darat melalui penyelenggaraan event terus diperkuat di kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Setelah dikenal luas sebagai destinasi wisata bahari dan pintu masuk menuju Taman Nasional Komodo, kini Labuan Bajo mulai menghadirkan pengalaman wisata alternatif berbasis budaya, komunitas, musik, dan ekonomi kreatif.

Salah satu agenda yang kembali menjadi perhatian publik adalah Weekend at Parapuar yang digagas Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Event tersebut dijadwalkan kembali berlangsung pada 23 Mei 2026 di kawasan Parapuar, Labuan Bajo.

Penyelenggaraan event ini dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik wisata darat di Labuan Bajo sekaligus menciptakan ruang interaksi baru antara wisatawan dan masyarakat lokal.

Mengusung konsep ruang terbuka dengan panorama perbukitan serta lanskap alam Labuan Bajo, Weekend at Parapuar menghadirkan berbagai aktivitas mulai dari pertunjukan seni budaya, musik, kuliner UMKM lokal hingga kegiatan interaktif berbasis komunitas.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan pengembangan event terjadwal menjadi strategi penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Labuan Bajo.

“Melalui penyelenggaraan event terjadwal seperti Weekend at Parapuar, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi antara pariwisata, budaya, komunitas, dan ekonomi kreatif,” kata Andy, Senin (18/5/2026).

“Aktivasi destinasi melalui event juga menjadi upaya untuk memperkuat daya tarik wisata darat sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo,” tambah Andhy.

Menurut BPOLBF, pengembangan event berbasis alam dan budaya menjadi salah satu pendekatan strategis untuk memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata berkualitas.

Tren wisata saat ini, kata Andy, menunjukkan wisatawan tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga pengalaman autentik, interaksi sosial dengan masyarakat lokal, hingga aktivitas yang memiliki nilai budaya dan keberlanjutan.

Kehadiran Weekend at Parapuar juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM, pekerja seni, komunitas kreatif, dan sektor pendukung pariwisata lainnya.

Aktivasi kawasan wisata melalui event dinilai mampu memperluas perputaran ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah pertumbuhan sektor pariwisata.

Selain menjadi ruang hiburan dan rekreasi, agenda tersebut diharapkan mampu memperkuat citra Labuan Bajo sebagai destinasi yang tidak hanya mengandalkan wisata laut, tetapi juga kaya akan aktivitas darat berbasis budaya dan komunitas.

Informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan Weekend at Parapuar dan agenda event lainnya dapat diakses melalui akun Instagram resmi BPOLBF dan Floratama, serta laman Facebook BPO Labuan Bajo Flores.**