LABUANBAJOVOICE.COM – Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Internasional Komodo Labuan Bajo, Ceppy Triono, mengungkapkan rute domestik Denpasar–Labuan Bajo dan rute internasional Kuala Lumpur–Labuan Bajo menjadi penyumbang jumlah penumpang terbesar sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Meski belum ada pembukaan rute baru, peningkatan frekuensi penerbangan sejumlah maskapai ikut mendorong kenaikan jumlah penumpang pada semester pertama tahun ini.
Dalam wawancara pada Senin (6/7/2026), Ceppy menjelaskan berdasarkan data lalu lintas angkutan udara Januari–Juni 2026, rute domestik Denpasar (DPS–LBJ–DPS) menjadi rute dengan jumlah penumpang terbanyak, disusul Jakarta (CGK–LBJ–CGK).
Sementara untuk penerbangan internasional, rute Kuala Lumpur (KUL–LBJ–KUL) menjadi jalur dengan jumlah penumpang paling tinggi.
“Berdasarkan data lalu lintas angkutan udara Januari–Juni 2026, rute domestik dengan jumlah penumpang terbanyak adalah Denpasar (DPS–LBJ–DPS), diikuti Jakarta (CGK–LBJ–CGK). Untuk penerbangan internasional, rute Kuala Lumpur (KUL–LBJ–KUL) menjadi rute dengan jumlah penumpang terbanyak,” kata Ceppy.
Terkait pengembangan jaringan penerbangan, Ceppy menegaskan selama semester pertama 2026 belum terdapat pembukaan rute baru. Namun sejumlah maskapai melakukan penyesuaian frekuensi penerbangan mengikuti kebutuhan pasar dan permintaan penumpang.
Menurutnya, penyesuaian frekuensi tersebut memberikan dampak positif terhadap konektivitas menuju Labuan Bajo.
“Untuk rute baru tidak ada penambahan, namun selama periode Januari–Juni 2026 terdapat penyesuaian frekuensi penerbangan oleh sejumlah maskapai sesuai kebutuhan pasar dan permintaan penumpang. Penyesuaian tersebut turut mendukung peningkatan konektivitas menuju Labuan Bajo, yang tercermin dari meningkatnya jumlah penumpang sebesar 2,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujarnya.
Mengenai tingkat keterisian kursi atau load factor, Ceppy menjelaskan Bandara Internasional Komodo tidak melakukan perhitungan karena menjadi kewenangan masing-masing maskapai penerbangan.
“Bandara Internasional Komodo tidak melakukan perhitungan load factor. Data tersebut merupakan kewenangan masing-masing maskapai penerbangan berdasarkan jumlah kursi yang tersedia dan jumlah penumpang yang terangkut pada setiap penerbangan,” katanya.
Dari sisi fasilitas, Ceppy memastikan kapasitas terminal dan sarana pendukung masih memadai untuk melayani peningkatan jumlah penumpang.
Ia mengatakan pengelola bandara terus melakukan optimalisasi pelayanan sekaligus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan menghadapi lonjakan penumpang pada musim liburan dan periode high season.
“Hingga Semester I Tahun 2026, fasilitas Bandara Internasional Komodo masih mampu mendukung operasional penerbangan dan pelayanan penumpang. Bandara juga terus melakukan optimalisasi pelayanan, fasilitas, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, khususnya pada periode libur nasional atau high season,” jelasnya.
Ceppy juga memaparkan sejumlah tantangan operasional yang masih dihadapi Bandara Internasional Komodo, mulai dari faktor cuaca, lonjakan penumpang pada musim ramai hingga penyesuaian operasional maskapai.
Meski demikian, koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar operasional penerbangan tetap berjalan optimal.
“Tantangan yang dihadapi dalam operasional bandara antara lain kondisi cuaca yang dapat memengaruhi jadwal penerbangan, peningkatan volume penumpang pada periode puncak (peak season), serta penyesuaian operasional maskapai. Meskipun demikian, Bandara Internasional Komodo terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan operasional penerbangan tetap berjalan dengan selamat, aman, nyaman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Untuk mendukung pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo hingga akhir 2026, Bandara Internasional Komodo akan terus memperkuat sinergi dengan maskapai, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Selain meningkatkan konektivitas penerbangan, pengelola bandara juga berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan, keamanan, serta optimalisasi fasilitas bagi pengguna jasa.
“Bandara Internasional Komodo terus memperkuat koordinasi dengan maskapai penerbangan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan untuk mendukung peningkatan konektivitas menuju Labuan Bajo. Selain itu, bandara juga terus meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa serta mengoptimalkan fasilitas yang tersedia guna mendukung pertumbuhan lalu lintas udara dan sektor pariwisata,” pungkas Ceppy.**





Tinggalkan Balasan