Terkait pengembangan jaringan penerbangan, Ceppy menegaskan selama semester pertama 2026 belum terdapat pembukaan rute baru. Namun sejumlah maskapai melakukan penyesuaian frekuensi penerbangan mengikuti kebutuhan pasar dan permintaan penumpang.

Menurutnya, penyesuaian frekuensi tersebut memberikan dampak positif terhadap konektivitas menuju Labuan Bajo.

“Untuk rute baru tidak ada penambahan, namun selama periode Januari–Juni 2026 terdapat penyesuaian frekuensi penerbangan oleh sejumlah maskapai sesuai kebutuhan pasar dan permintaan penumpang. Penyesuaian tersebut turut mendukung peningkatan konektivitas menuju Labuan Bajo, yang tercermin dari meningkatnya jumlah penumpang sebesar 2,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujarnya.

Mengenai tingkat keterisian kursi atau load factor, Ceppy menjelaskan Bandara Internasional Komodo tidak melakukan perhitungan karena menjadi kewenangan masing-masing maskapai penerbangan.

“Bandara Internasional Komodo tidak melakukan perhitungan load factor. Data tersebut merupakan kewenangan masing-masing maskapai penerbangan berdasarkan jumlah kursi yang tersedia dan jumlah penumpang yang terangkut pada setiap penerbangan,” katanya.