LABUANBAJOVOICE.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat tidak hanya memastikan kesiapan teknis perayaan Tri Suci, tetapi juga menekankan pesan spiritual dan makna mendalam dari rangkaian Kamis Putih, Jum’at Agung, hingga Paskah.
Berdasarkan kalender liturgi, rangkaian Tri Suci dimulai pada Kamis Putih, 2 April 2026, dilanjutkan Jum’at Agung, 3 April 2026, dan puncaknya Sabtu Suci/Paskah, 4 April 2026.
Bupati Edistasius Endi dan Wakil Bupati Yulianus Weng mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai ruang refleksi iman dan penguatan persaudaraan.
Bupati Endi menegaskan bahwa Tri Suci bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi peristiwa iman yang sarat nilai pengorbanan, kasih, dan harapan baru.
“Tri Suci mengajarkan kita tentang kasih yang total, pengorbanan, dan kebangkitan. Ini menjadi momen penting untuk memperbaiki diri serta memperkuat hubungan dengan sesama,” ujar Endi, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam Kamis Putih mencerminkan kerendahan hati dan pelayanan, sementara Jum’at Agung mengajarkan tentang pengorbanan dan keteguhan iman.
Adapun Paskah, tambah Bupati Endi, menjadi simbol kemenangan kehidupan atas penderitaan, sekaligus harapan baru bagi umat manusia.
Sementara itu, Wakil Bupati Weng menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Manggarai Barat.
Menurutnya, pesan Tri Suci relevan tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi seluruh masyarakat.
“Semangat pengorbanan dan kasih dalam Tri Suci harus menjadi inspirasi untuk mempererat persatuan, saling menghormati, dan menjaga kedamaian di daerah kita,” kata Weng.
Pemerintah daerah juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya merayakan secara seremonial, tetapi memahami makna mendalam dari setiap prosesi ibadah.
Edukasi nilai-nilai spiritual dinilai penting untuk membentuk karakter masyarakat yang berintegritas dan berempati.
Di tengah perkembangan daerah yang semakin pesat, khususnya sebagai destinasi pariwisata unggulan, Pemkab Manggarai Barat berharap nilai-nilai Tri Suci tetap menjadi fondasi moral dalam kehidupan sosial.
Perayaan Paskah tahun ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam semangat membangun daerah yang inklusif, damai, dan berkelanjutan.**






Tinggalkan Balasan