“Sebagai salah satu wilayah yang memiliki aktivitas mobilitas penumpang dan konektivitas laut, Labuan Bajo terus berkembang sebagai salah satu simpul transportasi laut di kawasan Nusa Tenggara,” ujar Fanny.

Ia mengatakan penjajakan terhadap potensi kapal cepat menjadi bagian dari upaya PELNI melihat peluang pengembangan layanan yang dapat mendukung kebutuhan masyarakat dan konektivitas antardaerah.

Informasi yang diperoleh melalui RFI, kata Fanny, nantinya dapat menjadi bagian dari bahan kajian perusahaan dalam melihat potensi pengembangan armada dan layanan angkutan laut yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

“Kami di Cabang Labuan Bajo tentu mendukung setiap langkah perusahaan dalam melihat potensi pengembangan layanan angkutan laut. Namun, seluruh proses tetap mengikuti kajian dan ketentuan yang berlaku di perusahaan,” tambah Fanny.

Fanny menegaskan, proses RFI yang sedang berlangsung masih berada pada tahap pengumpulan informasi pasar.

Dengan demikian, proses tersebut belum merupakan pengadaan maupun penunjukan penyedia kapal tertentu.