LABUANBAJOVOICE.COM – Posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai semakin rentan di tengah perubahan hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo.
Pengamat Politik dan Akademisi Universitas Nusa Cendana, Akhmad Syafruddin, menilai Gibran kini menghadapi situasi politik yang tidak mudah. Meskipun masih menduduki jabatan wakil presiden, kekuatan politik yang sebelumnya menopang posisinya dinilai mengalami perubahan.
Hal tersebut disampaikan Akhmad dalam keterangannya yang diterima media di Labuan Bajo, Jumat (6/11/2026).
Menurut Akhmad, Gibran merupakan salah satu bagian paling nyata dari kesepakatan politik antara Prabowo dan Jokowi menjelang Pilpres 2024.
Namun, ketika pengaruh politik Jokowi tidak lagi sebesar sebelumnya, posisi Gibran ikut menghadapi tantangan.
Ia menjelaskan, jabatan wakil presiden tidak secara otomatis memberikan kewenangan politik mandiri. Dalam praktik pemerintahan, ruang gerak wakil presiden sangat dipengaruhi hubungan kerja, kepercayaan, serta pembagian kewenangan dengan presiden.





Tinggalkan Balasan