LABUANBAJOVOICE.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat resmi mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten tahun 2026 dengan keputusan yang dinilai sarat makna toleransi.
Vikjen Keuskupan Labuan Bajo, Wakil Uskup Katolik, RD. Richard Manggu, ditunjuk sebagai Ketua Umum panitia MTQ XXXI.
Dari ruang Bagian Kesra Setda Manggarai Barat, Selasa (7/4/2026) pagi, keputusan tersebut mencuat sebagai simbol kuat kerukunan lintas iman di daerah wisata super premium Labuan Bajo.
Di tengah narasi pembangunan pariwisata, pemerintah daerah justru mengedepankan wajah sosial yang mengakar: toleransi yang hidup.
Penunjukan seorang pemimpin gereja Katolik untuk memimpin hajatan umat Muslim ini dinilai bukan sekadar simbolik. Pemerintah menegaskan bahwa nilai keberagaman telah menjadi praktik sehari-hari masyarakat Manggarai Barat.
“Kita tentu ingin menunjukkan bahwa di Manggarai Barat, toleransi tidak berhenti di atas spanduk atau sekadar jargon saat pidato. Toleransi itu sudah meresap, menjadi napas, dan detak jantung kehidupan kita sehari-hari,” ujar Kabag Kesra, Fransiskus X. Nambut dalam keterangannya yang diperoleh media.
Penunjukan ini sekaligus menjadi pesan bahwa perbedaan iman tidak menjadi penghalang dalam pengabdian publik.
Di tengah dinamika sosial nasional yang kerap diwarnai isu intoleransi, Manggarai Barat tampil dengan pendekatan yang membumi.
Selain RD. Richard Manggu, struktur kepanitiaan juga melibatkan sejumlah pejabat strategis. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Agus Gias, serta Kepala Badan Kesbangpol, Frans Partono, ditunjuk sebagai Wakil Ketua.
Untuk posisi Ketua Pelaksana, sejumlah nama diusulkan, antara lain H. Djainudin H. Ali, H. Amir Dosi, H. Mengayung, dan Muhammad Gius.
Sementara itu, aspek teknis dipercayakan kepada Afendi Arsad sebagai Koordinator Seksi MTQ dan Abidin Moh. Ince sebagai Koordinator Dewan Hakim.
Seluruh susunan panitia akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Manggarai Barat dalam waktu dekat.
MTQ tingkat Kabupaten Manggarai Barat dijadwalkan berlangsung pada 27 April hingga 1 Mei 2026, berpusat di Masjid Nurul Falah Wae Mata.
Kegiatan ini akan menjadi ajang seleksi bagi peserta terbaik yang akan mewakili daerah ke tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Selanjutnya, para juara akan mengikuti MTQ tingkat provinsi yang akan digelar di Kabupaten Nagekeo pada 20 Juni hingga 1 Juli 2026.
MTQ 2026 di Manggarai Barat tidak hanya dimaknai sebagai perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas identitas, tempat di mana nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan saling menghormati dipraktikkan secara nyata.
Di bawah langit Manggarai Barat, perbedaan tidak menjadi sekat, melainkan harmoni yang menguatkan.
Pemerintah daerah berharap, momentum ini dapat memperkuat citra daerah tidak hanya sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai contoh toleransi yang hidup dan berkelanjutan.**






Tinggalkan Balasan