Untuk aktivitas laut dan olahraga air, kondisi cuaca, gelombang, dan angin juga harus diperhatikan sebelum melakukan aktivitas.
Wisatawan juga diimbau tetap tenang apabila terjadi gempa susulan dan mengikuti prosedur keselamatan yang diberikan petugas maupun pengelola destinasi.
Imbauan tersebut menjadi penting karena aktivitas gempa susulan masih tercatat hingga 26 Agustus 2026.
BPOLBF memastikan pemantauan sektor pariwisata di Labuan Bajo dan Flores terus dilakukan.
Pembaruan kondisi destinasi akan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dan verifikasi bersama pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.
Pemulihan pariwisata pascagempa membutuhkan koordinasi lintas sektor agar aktivitas wisata dapat kembali berjalan tanpa mengabaikan keselamatan.
Dengan pemantauan berkelanjutan, koordinasi lintas pihak, serta kepatuhan terhadap informasi dan arahan keselamatan, aktivitas pariwisata di wilayah yang telah dinyatakan aman diharapkan dapat terus berlangsung secara bertahap dan bertanggung jawab.**





Tinggalkan Balasan