Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam pemulihan sektor pariwisata karena konektivitas udara menjadi akses utama wisatawan menuju Labuan Bajo dan sejumlah destinasi di Flores.

Aktivitas di Pelabuhan Waterfront/KP-3 Labuan Bajo juga terpantau aman dan terkendali.

Pelayanan pelabuhan tetap berlangsung dengan petugas yang siaga di lapangan. Secara umum, pelabuhan yang masih tercatat melayani operasional kapal dan penumpang tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Layanan angkutan perintis juga tetap berjalan.

Sementara pada akses darat, sejumlah ruas utama Trans Flores telah kembali dapat digunakan. Jalur Labuan Bajo–Ende–Maumere serta beberapa ruas Ruteng–Reo–Kedindi dan Ruteng–Iteng telah terbuka.

Meski demikian, kondisi akses dan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah masih perlu mendapat perhatian.

Pemulihan telekomunikasi belum merata, terutama di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

Kondisi desa wisata di Flores juga menunjukkan perkembangan yang beragam.

Dari 87 desa wisata yang tercatat dalam Jaringan Desa Wisata (JADESTA), sebanyak 57 desa wisata telah berhasil diverifikasi.