Ia menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan belum optimalnya keterhubungan antara sektor produksi lokal—petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan—dengan industri pariwisata yang terus berkembang pesat di Labuan Bajo.
“Program ini dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha pangan lokal sekaligus mendorong hadirnya produk pangan yang berkualitas serta efisiensi dalam mendukung sektor pariwisata di Labuan Bajo,” kata Andhy.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Floratama Academy 2026 tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga membangun ekosistem pangan lokal yang terintegrasi.
“Dalam Floratama Academy 2026 ini, para peserta tidak hanya mendapatkan penguatan kapasitas usaha, tetapi juga akses terhadap jejaring, pasar, serta berbagai peluang pengembangan,” jelasnya.
Menurutnya, momentum Kick Off ini penting untuk menyatukan sisi permintaan dan pasokan secara lebih terstruktur.
“Ke depan dapat tercipta rantai pasok pangan lokal yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” tambahnya.






Tinggalkan Balasan