LABUANBAJOVOICE.COM – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.

Kawasan yang dikelola InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) ini menawarkan kombinasi insentif fiskal, kemudahan non-fiskal, serta dukungan infrastruktur terintegrasi yang menjadikannya salah satu kawasan paling siap investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional.

KEK Mandalika menghadirkan berbagai insentif fiskal guna meningkatkan efisiensi dan kepastian investasi. Fasilitas tersebut meliputi Tax Holiday untuk kegiatan usaha utama, serta skema pengurangan pajak setelah masa insentif berakhir.

Selain itu, tersedia pula Tax Allowance berupa pengurangan penghasilan kena pajak dari nilai investasi, percepatan depresiasi dan amortisasi, serta pengaturan tarif pajak dividen bagi investor asing.

Tak hanya itu, dari sisi perpajakan tidak langsung, investor juga memperoleh pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor barang modal dan barang kena pajak tertentu, pembebasan bea masuk, serta pembebasan pajak penjualan atas barang mewah untuk properti di dalam kawasan KEK.

Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menegaskan bahwa KEK Mandalika bukan sekadar menawarkan insentif, melainkan menghadirkan ekosistem investasi yang siap dijalankan.

“Kami membangun KEK Mandalika sebagai investment-ready ecosystem, di mana insentif fiskal yang kompetitif berpadu dengan kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, serta demand yang terus bertumbuh,” kata Febrina kepada media di Labuan Bajo, Minggu (29/3/2026).

“Hal ini memberikan confidence bagi investor untuk masuk lebih cepat, lebih efisien, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di kawasan.” tambahnya.

Selain kemudahan fiskal, KEK Mandalika juga menawarkan berbagai fasilitas non-fiskal yang mempercepat realisasi investasi. Di antaranya pelayanan perizinan terpadu satu pintu, kemudahan perizinan tenaga kerja asing, serta kepastian hukum melalui hak atas tanah yang bankable hingga jangka waktu 80 tahun.

Pengembangan kawasan dilakukan melalui masterplan terintegrasi dengan sejumlah zona strategis seperti Circuit District, Kuta District, serta area berbasis lifestyle dan leisure.

Beberapa kawasan unggulan yang ditawarkan antara lain Golf Resort Community seluas 298 hektar, Tanjung Aan Premium Serenity District seluas 146 hektar untuk pengembangan hotel berstandar internasional, serta Eastern Adventure District seluas sekitar 164 hektar yang membuka peluang investasi sektor hospitality, hiburan, dan destinasi gaya hidup.

Dalam aspek keberlanjutan, KEK Mandalika mengalokasikan sekitar 30 persen kawasan sebagai ruang terbuka hijau, termasuk kawasan mangrove di sisi timur seluas 45 hektar.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dari sisi kinerja, kawasan ini menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 1,4 juta orang dengan tingkat okupansi rata-rata sekitar 55 persen.

Tingkat hunian bahkan melonjak hingga 90–100 persen saat penyelenggaraan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika.

Berbagai event internasional seperti GT World Challenge Asia dan Asia Road Racing Championship turut memperkuat posisi KEK Mandalika sebagai destinasi sportstainment tourism kelas dunia.

Kehadiran event-event ini juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kawasan.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah, kesiapan infrastruktur, serta pertumbuhan aktivitas pariwisata yang konsisten, KEK Mandalika semakin menegaskan perannya sebagai destinasi unggulan Indonesia berbasis sportstainment di tingkat global.**