“Total kebutuhan anggaran pembangunan fisik Jalan Lingkar Utara Flores, diperkirakan mencapai Rp1.079,45 miliar,” ujar Janto saat memaparkan progres pembangunan kepada Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Labuan Bajo.

Menurut Janto, penyelesaian pembangunan telah disusun secara bertahap hingga tahun 2031. Pemerintah menargetkan pembangunan sepanjang 10 kilometer pada 2027, 26,75 kilometer pada 2028, 23,9 kilometer pada 2029, 18 kilometer pada 2030, dan 8,77 kilometer pada 2031.

Selain pembangunan badan jalan, proyek tersebut juga mencakup pembangunan sejumlah jembatan agar seluruh jalur dapat terhubung dan berfungsi secara maksimal.

Jalan Lingkar Utara Flores merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dikoordinasikan Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum. Kehadiran jalur ini diproyeksikan memperkuat konektivitas antarwilayah di bagian utara Pulau Flores sekaligus membuka akses kawasan yang selama ini relatif terbatas.

Secara strategis, ruas tersebut menjadi jalur alternatif yang menghubungkan Reo dengan Labuan Bajo melalui koridor Labuan Bajo–Terang–Pelabuhan Bari–Kedindi.