LABUANBAJOVOICE.COM – Pengelola kawasan pariwisata InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat sistem pengamanan dan kebersihan di Tanjung Aan, bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di Lombok Tengah, guna menjaga kenyamanan wisatawan di tengah peningkatan aktivitas kunjungan.
ITDC terus meningkatkan pengamanan dan kebersihan di kawasan Tanjung Aan sebagai bagian dari pengelolaan destinasi berkelanjutan yang telah berjalan sejak 2025 dan diperkuat hingga 2026.
Langkah tersebut dilakukan melalui penempatan pos pengamanan di titik strategis, peningkatan patroli siang dan malam termasuk patroli gabungan, K-9, dan turangga, serta pengelolaan kebersihan secara rutin.
Upaya ini mencakup pengangkutan sampah harian secara optimal untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban kawasan wisata.
PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga kualitas pengalaman wisata.
“Penguatan pengamanan dan kebersihan di Tanjung Aan kami lakukan secara terukur dan berkelanjutan, dengan fokus pada titik-titik aktivitas wisata dan interaksi pengunjung,” ujar Agus dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
“Hal ini penting untuk memastikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh pengunjung di kawasan The Mandalika,” tambah Agus.
ITDC juga memperkuat fasilitas pendukung wisatawan, termasuk penyediaan toilet umum dan posko pengamanan terpadu yang telah beroperasi sejak libur Lebaran Maret 2026.
Selain itu, perusahaan membangun empat pos pengamanan tambahan serta meningkatkan penerangan kawasan dengan menambah dan mengaktifkan total 18 titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).
Dalam satu bulan ke depan, ITDC berencana menambah 12 titik PJU pada akses menuju Kleo Beach Club yang telah mulai beroperasi, guna memperkuat aspek keamanan dan kenyamanan akses wisatawan.
Dari sisi kebersihan, ITDC mengelola area publik Tanjung Aan yang mencakup wilayah sekitar 193 hektare dengan melibatkan 95 personel gardener atau Tim Hijau.
Pengangkutan sampah dilakukan setiap hari dengan estimasi volume mencapai sekitar 9 meter kubik dalam kondisi normal. Selain itu, 51 personel cleaning service disiagakan untuk memastikan fasilitas publik tetap bersih dan layak digunakan.
Pendekatan persuasif juga diterapkan melalui sosialisasi kepada pelaku usaha di kawasan, termasuk penataan aktivitas agar sesuai dengan tata kelola kawasan wisata.
“Melalui langkah ini, kami ingin memastikan Tanjung Aan bukan sekadar menjadi destinasi yang indah. Tapi juga tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung maupun pelaku usaha,” kata Agus.
Ke depan, ITDC menegaskan akan terus memperkuat pengelolaan kawasan Tanjung Aan secara berkelanjutan, seiring meningkatnya aktivitas wisata dan pengembangan kawasan di KEK Mandalika.
Penguatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga daya saing Mandalika sebagai destinasi unggulan nasional sekaligus memastikan keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan keberlanjutan lingkungan.**






Tinggalkan Balasan