LABUANBAJOVOICE.COM – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memperingati Hari Bumi 2026 dengan aksi nyata melalui Gerakan Wisata Bersih dan Green Action, Rabu, 22 April 2026.
Kegiatan yang melibatkan seluruh pegawai itu menjadi bentuk komitmen menjaga lingkungan sekaligus memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WITA di Pantai Pede. Seluruh peserta bergotong royong membersihkan kawasan pesisir dari berbagai jenis sampah yang mencemari area wisata.
Dari kegiatan tersebut, BPOLBF mencatat total sampah residu yang terkumpul mencapai 268,2 kilogram. Sampah kemudian dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk dikelola sesuai prosedur pengelolaan limbah yang berlaku.
Setelah aksi bersih pantai, kegiatan dilanjutkan ke Kawasan Parapuar dengan penanaman 60 bibit pohon flamboyan (Delonix regia).
Penanaman itu diharapkan memperluas tutupan hijau kawasan serta memberi manfaat ekologis jangka panjang, mulai dari penyerapan karbon hingga peningkatan kualitas udara.
Plt Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menegaskan momentum Hari Bumi harus dimaknai sebagai dorongan untuk aksi nyata yang berkelanjutan.
“Peringatan Hari Bumi 2026 mengingatkan kita bahwa upaya menjaga lingkungan tidak bisa ditunda dan harus dimulai dari sekarang,” kata Andy.
Menurut dia, langkah kecil seperti membersihkan kawasan wisata dan menanam pohon merupakan bagian dari gerakan besar untuk memulihkan bumi.
“Ketika dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan, aksi-aksi ini akan memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan lingkungan dan masa depan pariwisata Labuan Bajo,” ujar Andhy.
Ia menambahkan, BPOLBF akan terus mendorong berbagai inisiatif berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, pelaku pariwisata, dan para pemangku kepentingan lain.
Langkah itu dinilai penting agar Labuan Bajo tetap menjadi destinasi yang indah, bersih, dan lestari di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan.
Peringatan Hari Bumi tahun ini mengusung tema global Our Power, Our Planet atau Kekuatan Kita, Planet Kita. Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga warisan bumi bagi generasi mendatang.
Aksi BPOLBF ini juga menjadi sinyal bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. Ke depan, pola wisata hijau diprediksi menjadi tuntutan utama wisatawan global yang semakin peduli terhadap isu perubahan iklim dan konservasi.**






Tinggalkan Balasan