Data BMKG menunjukkan bahwa aktivitas gempa bumi di Indonesia terus terjadi secara intensif setiap hari, baik dengan kekuatan kecil hingga menengah. Hal ini disebabkan posisi Indonesia yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif dunia.

Fenomena gempa dengan magnitudo menengah hingga besar seperti yang terjadi di NTT menunjukkan dinamika tektonik yang masih aktif di kawasan timur Indonesia.

Wilayah ini berada di zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang kerap memicu gempa bumi.

Ke depan, peningkatan edukasi kebencanaan dinilai penting, terutama di wilayah rawan gempa seperti NTT, Maluku, dan Papua.

Upaya mitigasi seperti pembangunan tahan gempa dan simulasi evakuasi menjadi kunci mengurangi risiko korban.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Pastikan informasi resmi hanya berasal dari BMKG dan tetap waspada terhadap gempa susulan,” tegas BMKG.**