“Ukuran keberhasilan kita adalah: apakah masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik, apakah kehidupan mereka menjadi lebih baik, dan apakah pembangunan benar-benar memberikan manfaat? Itulah ukuran keberhasilan pemerintahan,” ungkapnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa birokrasi NTT harus bergerak dari orientasi administratif menuju birokrasi yang berorientasi pada hasil dan penyelesaian masalah.
Di tengah proses pemulihan dampak gempa Flores, Gubernur Melki menegaskan agenda pembangunan NTT tidak boleh berhenti.
Sejumlah sektor strategis tetap harus diperkuat, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga reformasi birokrasi.
Untuk itu, posisi Sekda dinilai memiliki peran penting dalam memastikan visi kepemimpinan daerah dapat diterjemahkan menjadi kerja birokrasi yang terkoordinasi dan terukur.
“Saya dan Pak Wakil Gubernur membutuhkan Sekda yang mampu menjadi jembatan antara visi kepemimpinan daerah dengan kerja nyata birokrasi. Kita membutuhkan Sekda yang mampu menyelesaikan masalah, membangun komunikasi, bukan sekat; menggerakkan, bukan menghambat; dan memberikan keteladanan, bukan hanya memberikan instruksi,” tegasnya.





Tinggalkan Balasan