Gubernur mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat NTT menghadapi berbagai tantangan dengan semangat kebersamaan.

Ia menggambarkan kondisi NTT saat ini seperti menghadapi badai. Namun, kondisi tersebut menurutnya tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bergerak.

“Kita mungkin sedang menghadapi badai. Tetapi badai bukan alasan untuk berhenti berlayar. Dalam badai, kita membutuhkan kepemimpinan yang kuat, koordinasi yang solid, dan keberanian untuk terus bergerak,” katanya.

Gubernur kemudian mengutip ungkapan Latin “Per aspera ad astra”, yang berarti melalui kesulitan, kita menuju bintang-bintang.

Ungkapan tersebut menjadi pesan optimisme bahwa berbagai persoalan yang sedang dihadapi NTT harus dijadikan momentum untuk memperkuat kerja pemerintahan dan kebersamaan masyarakat.

“NTT hari ini berada di jalan yang terjal. Gempa, keterbatasan fiskal, dan tantangan pembangunan hadir silih berganti. Tetapi saya yakin, dengan kerja keras, integritas, dan kebersamaan, kita akan mencapai kejayaan yang kita cita-citakan,” pungkasnya.