Ia menambahkan, semangat persaudaraan terlihat dalam seluruh rangkaian kegiatan festival, mulai dari panitia, pelaku seni, pelaku UMKM, relawan, tokoh agama hingga masyarakat yang terlibat secara aktif.

“Dalam setiap rangkaian kegiatan, tampak nyata semangat persaudaraan yang tumbuh secara alami. Para panitia, pelaku seni, pelaku UMKM, relawan, tokoh agama, hingga masyarakat umum bekerja dengan tujuan yang sama. Wisatawan yang hadir pun tidak hanya menikmati kekayaan budaya Manggarai, tetapi juga merasakan hangatnya kehidupan yang penuh toleransi dan kebersamaan,” katanya.

Adrianus menegaskan bahwa pesan terbesar Festival Golo Koe adalah bagaimana budaya, iman, dan toleransi menjadi fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Inilah pesan terbesar yang diwariskan Festival Golo Koe: budaya mampu menyatukan, iman menumbuhkan kasih, dan toleransi menjadi jembatan yang menghubungkan setiap perbedaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adrianus katakan ketika seni dihargai, budaya dilestarikan, UMKM diberdayakan, dan persaudaraan terus dirawat, maka kita tidak hanya sedang menjaga tradisi, tetapi juga membangun fondasi bagi masa depan Manggarai Barat yang damai, mandiri, dan sejahtera.