Menurut Adrianus, keberhasilan Festival Golo Koe tidak semestinya hanya diukur dari tingginya jumlah pengunjung ataupun kemeriahan penyelenggaraan. Yang lebih penting, festival harus mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Namun, keberhasilan Festival Golo Koe tidak cukup diukur dari ramainya pengunjung atau megahnya penyelenggaraan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika festival mampu membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas pasar bagi UMKM, serta melahirkan kolaborasi yang terus berkembang bahkan setelah festival berakhir,” ungkapnya.
Selain berdampak terhadap ekonomi lokal, Adrianus menilai Festival Golo Koe juga memperlihatkan kuatnya nilai toleransi yang hidup di tengah masyarakat Manggarai Barat.
“Lebih dari itu, Festival Golo Koe menjadi bukti bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk berjalan bersama. Festival ini memperlihatkan bagaimana masyarakat dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan suku dapat hidup berdampingan dalam semangat saling menghormati, saling mendukung, dan bergotong royong demi menyukseskan sebuah perayaan yang menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.





Tinggalkan Balasan