Ia mengatakan, kekayaan budaya Manggarai tercermin dalam setiap pertunjukan seni, musik tradisional, tenun, kuliner khas hingga hasil karya para perajin lokal.

Menurutnya, seluruh produk tersebut merupakan identitas budaya yang diwariskan para leluhur dan terus hidup melalui kreativitas masyarakat.

“Di balik setiap tarian, lantunan musik, tenunan, kuliner, dan karya para perajin, tersimpan identitas Manggarai yang tak ternilai. Semua itu merupakan warisan leluhur yang terus hidup melalui tangan-tangan kreatif masyarakat,” ujarnya.

Menurut Adrianus, bagi pelaku UMKM, Festival Golo Koe menjadi momentum untuk memperkenalkan produk-produk lokal yang lahir dari kreativitas, kearifan lokal, dan kecintaan terhadap tanah Manggarai.

Ia juga menjelaskan, wisatawan yang datang ke Festival Golo Koe tidak hanya menikmati atraksi budaya, tetapi juga mencari pengalaman yang dapat dibawa pulang melalui berbagai produk lokal khas Manggarai.

“Setiap wisatawan yang datang tidak hanya mencari keindahan sebuah festival, tetapi juga ingin membawa pulang sebuah cerita. Cerita itu hadir dalam selembar kain tenun, secangkir kopi, produk herbal, kerajinan tangan, maupun aneka kuliner khas yang mencerminkan jiwa Manggarai. Ketika mereka memilih produk lokal, sesungguhnya mereka ikut membawa pulang nilai budaya dan semangat masyarakat yang terus berkarya,” katanya.