“Namun demikian, dari sisi pengembangan dan pengelolaan destinasi, BPOLBF berkepentingan untuk memastikan ekosistem pariwisata di Labuan Bajo terus bergerak ke arah yang semakin aman, tertib, profesional, dan memberikan perlindungan yang baik kepada wisatawan,” katanya.

Menurut Andy, langkah kehati-hatian tersebut penting karena transaksi perjalanan wisata melibatkan sejumlah komponen sekaligus, mulai dari akomodasi, transportasi laut, paket tur, hingga layanan di kawasan wisata.

BPOLBF juga membuka ruang koordinasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pariwisata, kepolisian, asosiasi pelaku usaha pariwisata, dan pemangku kepentingan lainnya untuk melihat persoalan tersebut secara lebih menyeluruh.

“Jika ditemukan adanya pola persoalan yang berpotensi merugikan wisatawan atau mencoreng citra destinasi, tentu perlu menjadi perhatian bersama untuk dilakukan evaluasi dan langkah pencegahan,” ujar Andy.

Bukan Sekadar Mengejar Jumlah Kunjungan

Andy menegaskan, keberhasilan pengembangan Labuan Bajo tidak cukup diukur dari pertumbuhan jumlah wisatawan.