Pengelola Sabbar Cruise, Saputra, sebelumnya mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan setelah menerima uang muka Rp20 juta dari total kesepakatan sewa kapal senilai Rp79 juta.
Dua peristiwa tersebut kembali menyoroti pentingnya kepastian legalitas, transparansi transaksi, serta profesionalisme pelaku usaha perjalanan wisata di Labuan Bajo.
BPOLBF Dorong Ekosistem Pariwisata Lebih Aman
Andy mengatakan BPOLBF menyayangkan apabila wisatawan mengalami persoalan selama berada di Labuan Bajo. Menurut dia, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kerugian individu, tetapi juga dapat memengaruhi tingkat kepercayaan terhadap destinasi.
“Pertama, kami tentu menyayangkan apabila terdapat wisatawan yang mengalami kondisi tersebut. Keamanan, kenyamanan, dan kepastian pelayanan wisatawan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap destinasi Labuan Bajo dan Flores sebagai destinasi pariwisata berkualitas,” kata Andy.
BPOLBF, kata dia, tetap menghormati proses hukum apabila suatu persoalan memenuhi unsur dugaan tindak pidana. Penanganan perkara pidana merupakan kewenangan aparat penegak hukum.





Tinggalkan Balasan