LABUANBAJOVOICE.COM – Sejumlah pelaku wisata bahari di Labuan Bajo menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam penyelenggaraan wisata Live on Board (LoB), mulai dari pemahaman tentang konsep LoB, kuota kunjungan Taman Nasional Komodo, hingga kebutuhan kejelasan area aktivitas diving dan snorkeling.

Berbagai persoalan tersebut dibahas dalam Bincang Kepariwisataan yang digelar Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Kementerian Pariwisata melalui Deputi Bidang Industri dan Investasi c.q. Asisten Deputi Manajemen Industri, didampingi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan berlangsung di Labuan Bajo, Kamis (1/10/2026), dengan menghadirkan pelaku dan asosiasi pariwisata bahari, antara lain Jaringan Kapal Rekreasi (JANGKAR), Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (GAHAWISRI), Dive Operators Community Komodo (DOCK), serta Asosiasi Kapal Wisata (ASKAWI).

Forum tersebut menjadi ruang dialog bagi pelaku usaha untuk menyampaikan pengalaman, masukan, sekaligus keresahan yang mereka hadapi dalam menjalankan aktivitas pariwisata, khususnya terkait dinamika LoB di Labuan Bajo.