Dalam pernyataannya, Kanisius juga mempertanyakan sejumlah aspek penting dalam pengelolaan destinasi wisata di Manggarai Barat. Mulai dari audit keselamatan destinasi wisata secara berkala, penanggung jawab pemeliharaan akses wisata, efektivitas Pokja Kepariwisataan Daerah, hingga standar mitigasi risiko dan pengawasan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Ia menilai selama ini pembangunan sektor pariwisata lebih banyak menitikberatkan pada promosi destinasi dibanding penguatan aspek keselamatan dan kualitas infrastruktur pendukung.

“Tragedi ini harus menjadi peringatan bahwa keberhasilan pariwisata tidak boleh hanya diukur dari meningkatnya jumlah wisatawan. Keselamatan wisatawan adalah indikator utama kualitas tata kelola pariwisata,” ujarnya.

Kanisius mendorong DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi sistem kepariwisataan daerah, terutama pada pengelolaan destinasi wisata alam, standar keselamatan, pembagian kewenangan antar-OPD, serta efektivitas pengawasan di lapangan.