LABUANBAJOVOICE.COM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat memastikan akan mengambil langkah serius menyikapi kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah yang menelan korban jiwa di perairan Labuan Bajo.
DPRD berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, BMKG Komodo, Pemerintah Daerah, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Langkah tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, saat diwawancarai pada Rabu (31/12/2025).
“Langkah yang dapat DPRD lakukan adalah kami akan segera melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan pihak-pihak terkait, KSOP dan BMKG dan Pemerintah Daerah,” ujar Benediktus Nurdin.
Tak hanya berhenti di tingkat daerah, DPRD Manggarai Barat juga berencana membawa persoalan ini ke tingkat nasional.
Benediktus Nurdin-yang akrab disapa Beni-menyebutkan pihaknya akan mengagendakan audiensi dengan Komisi V DPR RI dan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
“Dan kami juga nanti akan melakukan audenisi dengan DPR RI dan kementrian terkait agar otoritas kewengan pengurusan terkait kapal wisata ini agar di tinjau ulang. Kejadian ini sudah berulang kali,” tegas politisi Partai NasDem tersebut.
Menurut Beni, langkah ini penting agar kewenangan pengawasan dan pengurusan kapal wisata di kawasan Labuan Bajo dapat dievaluasi secara menyeluruh, mengingat insiden kecelakaan laut yang melibatkan kapal wisata bukan kali pertama terjadi.
Beni menjelaskan, RDP dengan pihak-pihak terkait dijadwalkan berlangsung pada awal Januari 2026.
Sementara itu, untuk agenda audiensi dengan pemerintah pusat, DPRD Manggarai Barat akan mengirimkan surat resmi terlebih dahulu pada awal Januari.
Terkait rencana audiensi tersebut, Beni menegaskan DPRD akan menggelar rapat internal guna menyamakan sikap seluruh anggota dewan sebelum membawa persoalan ini ke tingkat pusat.
Menanggapi pertanyaan soal pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah hingga menelan korban jiwa, Ketua DPRD Manggarai Barat menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan kewenangan yang ada.
“Ini harus evaluasi menyeluruh soal kewenangan. Agar bisa meminimalisir peristiwa seperti ini,” ungkap politisi muda tersebut.
Menurutnya, evaluasi komprehensif menjadi kunci untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang, terlebih Labuan Bajo merupakan salah satu Destinasi Super Prioritas Nasional (DSPN) dengan aktivitas wisata bahari yang sangat padat.
Selain langkah politik dan kelembagaan, Ketua DPRD Manggarai Barat juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah.
“Semoga wisatawan yang masih hilang segera di temukan dan semoga segenap keluarga di beri kekuatan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja ekstra dalam penanganan musibah tersebut.
“Terima kasih juga kepada semua pihak yang turut bekerja extra dalam penganan musibah ini, kepolisian, angkatan laut, dan pihak-pihak terkait yang ikut mencari wasatawan yang masih hilang,” kata Beni.
Hingga saat ini, tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol masih belum berhasil ditemukan, masing-masing Martin Carreras Fernando, suami dari Ortuno Andrea dan Pelatih Sepak Bola Valencia FC Femenino B (Putri).
Kemudian, Martin Garcia Mateo, anak dari pasangan Martin–Andrea (laki-laki), dan Martines Ortuno Enriquejavier, anak dari pasangan Martin–Andrea (laki-laki).
Sementara itu, Martines Ortuno Maria Lia, anak perempuan dari pasangan Martin–Andrea, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 06.30 WITA, Senin (29/12/2025) di pesisir utara Pulau Serei, Labuan Bajo.
Adapun korban selamat dalam peristiwa tenggelamnya kapal wisata tersebut adalah Ortuno Andrea, istri dari Martin Carreras Fernando, serta Mar Martinez Ortuno, anak dari pasangan Andrea–Martin. Keduanya berhasil diselamatkan pada malam kejadian.
Seluruh korban diketahui merupakan satu keluarga yang tengah melakukan perjalanan wisata di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebelum insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah terjadi.**






Tinggalkan Balasan