LABUANBAJOVOICE.COM — Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Manggarai Barat memastikan kesiapan pelaksanaan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kota Labuan Bajo, dengan fokus utama pada penetapan imam dan khatib di sejumlah titik pelaksanaan.

Ketua PHBI Manggarai Barat, H. Djainuddin, mengatakan seluruh perangkat panitia, termasuk petugas ibadah, telah dipersiapkan secara matang guna memastikan pelaksanaan berjalan khusyuk dan tertib.

“Pengurus PHBI telah siap untuk menghadapi perayaan Idul Fitri tahun ini, dimana pengurus telah membentuk bagian-bagian atau seksi-seksi yang berhubungan dengan tugas di lapangan,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Ia menegaskan, penunjukan imam dan khatib menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kekhusyukan dan kelancaran ibadah.

“Agenda utamanya mempersiapkan petugas-petugas seperti imam, khotib dan pengantar khotibnya, selain itu juga petugas shaf yang menyangkut kelurusan shaf dalam pelaksanaan sholat Idul Fitri,” kata Djainuddin.

PHBI telah menetapkan empat titik utama pelaksanaan Shalat Idul Fitri di dalam kota, lengkap dengan imam dan khatib yang akan bertugas.

Di kawasan Waterfront Labuan Bajo, imam akan dipimpin oleh Ust. Daud Jumadi H. Madahura, sementara khatib dipercayakan kepada Dr. H. Muhammad Aminullah, SQ, M.Hum. Lokasi ini menjadi pusat pelaksanaan dengan potensi jemaah terbanyak.

Sementara itu, di Masjid Besar Nurul Falah Waemata, imam akan dipimpin Ust. Muhamad Rijaluddinul Haq, S.Pd dan khatib Ust. Fadli Daud.

Untuk wilayah Sernaru, pelaksanaan berlangsung di Masjid Nurul Iman Sernaru, dengan imam Ust. Mohamad Yasin, S.Pd.I dan khatib Ust. Acbar Syafruddin, S.H., M.Pd.

Adapun di kawasan Gorontalo, tepatnya di Masjid Nurul Huda Gorontalo, imam akan dipimpin Ust. Sulaiman Burhan dan khatib Ust. Umar Said, S.Pt.

Djainuddin menambahkan, apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, pelaksanaan Shalat Idul Fitri akan dialihkan ke masjid masing-masing.

“Lokasi utama pelaksanaan sholat Idul Fitri di waterfront, sedangkan tempat lainnya adalah di masjid-masjid. Akan tetapi jika bertepatan hujan, maka sholat Idul Fitri dilaksanakan di semua masjid masing-masing,” ujarnya.

Selain penetapan imam dan khatib, PHBI juga memastikan kesiapan fasilitas penunjang, mulai dari sound system, kebersihan hingga penerangan.

“Pengaturan sound system telah dipersiapkan dengan baik, demikian juga menyangkut kebersihan telah dihimbau sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri. Menyangkut penerangan, PHBI telah melakukan koordinasi dan bersurat dengan pihak PLN,” katanya.

Untuk pengamanan, panitia melibatkan lintas instansi seperti kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP. Petugas akan disiagakan di titik rawan kepadatan tanpa rekayasa lalu lintas khusus.

“Tidak ada rekayasa lalu lintas, akan tetapi di tempat atau jalan yang diperkirakan akan terjadi penumpukan massa akan ditempatkan petugas,” ujarnya.

Djainuddin mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan kesucian Idul Fitri serta memperkuat nilai kebersamaan.

“Mari menjaga keamanan, ketertiban,

menjaga kesucian Idul Fitri, tidak dinodai dengan hal-hal yang mencoreng kemurnian dan kesucian Idul Fitri itu sendiri,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mempererat silaturahmi serta menjaga toleransi antarumat beragama di Manggarai Barat.

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar di Jakarta.

Momentum ini diharapkan menjadi ajang memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Labuan Bajo.**